Toxic

by - May 04, 2019



Linimasa sudah dijejali berbagai macam sumber informasi. Kurasi sana-sini menjadi sudah tak terkendali. Segalanya menjadi lebih mudah dengan hadirnya sosial media. Kita sibuk menata feeds. Kau lihat seorang temanmu telah menikah dan menyebutnya happy ending, sementara kau disana masih merasa ragu dan takut akan sebuah komitmen dalam pernikahan. Kau lihat temanmu membuatkan masakan untuk anaknya bak seorang chef handal, sementara kau mengatakan pada diri sendiri bahwa kau tidak lebih baik membesarkan seorang anak daripadanya. Kau lihat teman-temanmu telah unggul dalam berkarir dengan jabatan superior. Sementara kau berkata masih saja sibuk berkutat dengan rutinitas yang itu-itu saja.


Segalanya terlihat begitu hebat dan normal. Sementara pada nyatanya mereka hanya memilah, untuk tidak menampilkan kekacauan yang bahkan sedang berada di pelupuk mata. Seorang teman yang kau lihat sedang membuat story membuatkan makanan untuk keluarganya pada nyatanya ia baru saja bertengkar dengan sang suami. 


Lihatlah, banyak orang sibuk menata feeds daripada menata hidupnya. Caption, hastag tentang Happy live my best life omong kosong belaka. Pernahkah kamu merasa jealous dengan sebuah postingan sosial media seorang kawan, selebriti atau lainnya? 
Nah, nyatanya itu adalah tak lebih dari racun. Semua terlihat begitu sibuk dan sempurna, pada nyatanya kita hanya sibuk membuat diri kita terlihat sibuk. Tanpa fokus pada nyatanya hidup karena racun dunia maya telah lebih unggul membuat segalanya tampak indah dan sempurna.


Well, pada nyatanya setiap makhluk normal memiliki kekacauan dan problematika yang berbeda, tetapi kehidupan tak meminta kita untuk terampil menata potret-potret unggul belaka, ia hanya minta untuk dijalani dengan sebaik-baiknya.



Don't get fooled by what you see on social media, don't let them intimidate you.




Oleh : Ajeng Dwi N 

You May Also Like

0 comments

Time Heals Nothing

Kita memilih berteman dengan kesibukan karena ada luka yang ingin kita sembuhkan. Waktu membuat kita percaya bahwa dia mampu menyembuhk...