Sebilah Doa

by - February 27, 2019



Selalu ada pagi yang bercahaya
Kelak menjelma hangat meresap ke dalam dada
Dari selaksa mata yang hangat, embun pagi dijatuhkan perlahan
Mengendap pulang saat siang segera beranjak


Mari sejenak kita kekalkan sepi
Diantara lantunan baris doa yang membumbung
Hingga malam menggenapi keindahannya
Bintang, bulan yang kerap menerangi hingga fajar kembali


Malam ini aku mampir sekadar titipkan doa
Bersama sekerubung riwayat yang membaca kealpaan
Kelak kita akan melambaikan tangan
Dan memasrahkan segala puncak ego yang menggema.



Oleh : Ajeng Dwi N


You May Also Like

1 comments

Time Heals Nothing

Kita memilih berteman dengan kesibukan karena ada luka yang ingin kita sembuhkan. Waktu membuat kita percaya bahwa dia mampu menyembuhk...