Selepas Hujan [2]
Sebetulnya, tak ada yang istimewa dengan hujan sore tadi. Beberapa saat aku mencoba menganalisanya. Kemudian, ada yang terasa sedikit bergeming dan entah bagaimana dapat mengungkapkannya.
Beberapa saat pula aku menduga. Barangkali karena aku tak mampu lagi berbagi hujan untuk bercerita.
Kini, semakin memuncak tentang keterpasungan sajak-sajak hujanku. Oleh kata andai, bila, dan jika. Bila itu benar, maka aku berharap : Suatu saat, aku ingin menulis bait-bait tentang kita dan hujan. Tanpa andai, tanpa bila, dan tanpa jika.
Oleh : Ajeng Dwi. N


0 comments