Kekalkan kebaikan dengan melupakannya
Aku tercekat. Apalah aku, yang dapat mengklaim sesuatu yang dilakukan
adalah kebaikan? Apa tentu itu
kebaikan atau hanya terkaan? Memang, memang tak ada yang menetapkan diri kita
telah melakukan kebaikan yang benar atau tidak. Malah tak jarang yang dianggap
baik dan dilakukan dengan baik pun dianggap tak baik oleh orang lain. Lalu,
kita bisa apa? Kita semua sempat
bertanya-tanya. Apa sebenarnya kebaikan itu? Bagaimana melakukan kebaikan yang
dianggap baik?
Kita tak pernah benar-benar tahu dan tak jarang sangat membingungkan.
Ketidaktahuan itulah yang sebenarnya mengharuskan kita untuk senantiasa
melakukan usaha terbaik, sekemampuan kita. Ketidaktahuan itu yang seharusnya
melecut diri pula. Untuk terus dan terus melakukan sesuatu yang “dianggap”
baik. Ketidaktahuan itu pula yang menjadi modal untuk senantiasa belajar
memahami makna kebaikan. Berdekat erat dengan orang-orang baik dan
mencontohnya.
Satu hal yang penting. Hanya kepada Allah-lah kita semua memohon semua
menjadi kebaikan. Minta juga kepadaNya , untuk hati yang penuh ego ini agar
melakukan sesuatu yang “dianggap baik” adalah untuk kebaikan diri. Mencari
perhatian dihadapanNya bukan makhlukNya.
Oleh : Ajeng Dwi Nurani


0 comments