Kekalkan kebaikan dengan melupakannya

by - February 24, 2019



Aku tercekat. Apalah aku, yang dapat mengklaim sesuatu yang dilakukan adalah kebaikan? Apa tentu itu kebaikan atau hanya terkaan? Memang, memang tak ada yang menetapkan diri kita telah melakukan kebaikan yang benar atau tidak. Malah tak jarang yang dianggap baik dan dilakukan dengan baik pun dianggap tak baik oleh orang lain. Lalu, kita bisa apa?  Kita semua sempat bertanya-tanya. Apa sebenarnya kebaikan itu? Bagaimana melakukan kebaikan yang dianggap baik?


Kita tak pernah benar-benar tahu dan tak jarang sangat membingungkan. Ketidaktahuan itulah yang sebenarnya mengharuskan kita untuk senantiasa melakukan usaha terbaik, sekemampuan kita. Ketidaktahuan itu yang seharusnya melecut diri pula. Untuk terus dan terus melakukan sesuatu yang “dianggap” baik. Ketidaktahuan itu pula yang menjadi modal untuk senantiasa belajar memahami makna kebaikan. Berdekat erat dengan orang-orang baik dan mencontohnya.


Satu hal yang penting. Hanya kepada Allah-lah kita semua memohon semua menjadi kebaikan. Minta juga kepadaNya , untuk hati yang penuh ego ini agar melakukan sesuatu yang “dianggap baik” adalah untuk kebaikan diri. Mencari perhatian dihadapanNya bukan makhlukNya.



Oleh : Ajeng Dwi Nurani

You May Also Like

0 comments

Time Heals Nothing

Kita memilih berteman dengan kesibukan karena ada luka yang ingin kita sembuhkan. Waktu membuat kita percaya bahwa dia mampu menyembuhk...