Sini, duduk dulu

by - February 18, 2019






Manusia acapkali berdebat dan bersaing
Entah memperebutkan banyak hal fana
Sementara aku. Melihat edaran langit saja sudah senang
Merasakan embun pagi yang segar di pagi hari
Atau juga saat senja menyambut sang malam
Bukankah sia-sia. Jika hanya kau buang waktu 
Dengan beradu amarah, menebar kebencian 
Atau sibuk mencari kesalahan orang lain ?


Janganlah. Jadi dirimu apa adanya saja. Itu cukup

Boleh saja kau berjuang atas nama tahta, harta dan kekuasaan
Tapi tempuhlah dengan cara yang arif dan indah
Saling sikut menyikut adalah sikap curang 
Yang hanya dimiliki seorang pendengki


Lalu, kenapa pula kau membenci tanpa sebab?

Mengikuti nafsu emosi hanya akan membuat
Badanmu semakin tak sehat
Rasa iri hanya akan menggerogoti fungsi hati
Toh. Pada akhirnya kita semua kan kembali ke tanah 
Nanti, kau akan ditanya perihal penyakit hatimu, bukan?


Sudahlah. Sini, duduk dulu

Mari kau ajak bicara aku
Barangkali kau belum mengenal diriku
Tanpa sekat, tanpa tedeng
Supaya kau tak salah melihat dan mendengar.



Oleh : Ajeng Dwi Nurani
18 Feb 2019



You May Also Like

0 comments

Time Heals Nothing

Kita memilih berteman dengan kesibukan karena ada luka yang ingin kita sembuhkan. Waktu membuat kita percaya bahwa dia mampu menyembuhk...